Rabu, 18 April 2012

KESALAHAN DALAM PENALARAN


KESALAHAN DALAM PENALARAN
Kesalahan Penalaran dapat terjadi di dalam proses berpikir untuk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.
Terdapat 2 macam salah nalar antara lain :
v  Salah nalar deduktif,
a)      Salah nalar deduktif antara lain :
b)      kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat,
c)      kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas,
d)     kesalahan analogi.
v  Salah nalar induktif
Salah nalar deduktif dapat disebabkan karena :
a)      kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi,
b) kesalahan karena adanya term keempat,
c) kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi, dan
d) kesalahan karena adanya 2 premis negatif.
Berikut ini salah nalar yang berhubungan dengan induktif, yaitu :
A. Generelisasi terlalu luas
Contoh : perekonomian Indonesia sangat berkembang
B. Analogi yang salah
Contoh : ibu Yuni, seorang penjual batik, yang dapat menjualnya dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, ibu Lola seorang penjual batik, tentu dapat menjualya dengan harga terjangkau.
Jenis – jenis salah nalar
A.Deduksi yang salah : Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
contoh :
-Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas.
-Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.

B. Generalisasi terlalu luas
Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Contoh :
-Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan menjadi manusia Pancasilais sejati.
-Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.
C. Pemilihan terbatas pada dua alternatif
Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
Contoh :
- Orang itu membakar rumahnya agar kejahatan yang dilakukan tidak diketahui orang lain.


D. Penyebab Salah Nalar
Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud.
Contoh:
-Broto mendapat kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam leluhurnya.
-Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya.
E. Analogi yang Salah
Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
Contoh:
-Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
F. Argumentasi Bidik Orang
Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
Contoh:
-Program keluarga berencana tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas penyuluhannya memiliki enam orang anak
Sumber :
http://diinnydwiiputriianti.blogspot.com/2011/02/penalaran-induktif-salah-nalar.htm

pengenalan softskill dan hardskill

Definisi softskill dan hardskill
Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya. Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.
Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.
Kemudian yang dimaksud softskill inter personal adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Contohnya, kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain lain.
Hard Skill adalah skill yang berdasarkan bidang yang betul-betul dia menjadi pakar di dalamnya. contohnya jika dia adalah seorang ekonom, maka dia seharusnya menguasai konsep-konsep atau teori-toeri tentang ilmu ekonomi serta dapat melakukan analisa terhadap persoalan-persoalan yang menjadi kepakaran dia.
Keterkaitan Antara Softskill dan Hardskill Di Dunia kerja & Kuliah

Bukan hanya di lingkungan akademisi kita di tuntut untuk mengembangkan sofkill kita, sebelum nantinya kita siap untuk memasuki dunia nyata (real word) tapi pengasahahan sofkill juga di dalam agama kita di suruh untuk mengasahnya keterampilan menjadi seorang yang profesional dan ahli di bidang yang digeluti.
Hadis di atas menegaskan kita untuk membangun sebuah kemapuan baik itu Hardskill maupun Sofkill. Sukses meraih cita-cita dan karir di masa depan tidak hanya ditentukan oleh hardskill, seperti tingginya nilai indeks prestasi (IP), penguasaan teori serta terampil dalam mengoperasikan peralatan laboratorium dan perangkat berteknologi tinggi. Ada banyak cerita dari orang-orang yang tidak memiliki IP yang tinggi meraih sukses dalam kehidupannya, karena mereka mengandalkan pertumbuhan softskill.
Istilah softskill memang tergolong baru terdengar, tetapi softskill merupakan kemampuan-kemampuan dasar yang perlu ditumbuhkan dalam diri Anda, agar Anda dapat memotivasi diri dan orang lain, bertanggung jawab, membangun relasi, berkomunikasi, negosiasi, beradaptasi dengan lingkungan, berkreasi, berinovasi dan berwirausaha, memimpin, membangun kerjasama, mengelola sumber daya dan lain sebagainya.

Kebutuhan Soft Skill Di Dunia Kerja & Kuliah

Di dalam persaingan seperti sekarang, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki profesionalisme dan manajerial skill yang berbasis kemampuan sudah merupakan tuntutan. Terlebih di dunia kerja sekarang banyak dipengaruhi perubahan pasar, ekonomi dan teknologi. Tenaga kerja yang memiliki kecerdasan emosional (Emotional Quatient) sangat mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut disamping kecerdasan intelektual. Berdasar hasil survey Nasional Assosiation of Colleges and Employers USA (2002) terhadap 457 pimpinan perusahaan menyatakan bahwa Indeks Kumulatif Prestasi (IPK) bukanlah hal yang dianggap penting dalam dunia kerja. Yang jauh lebih penting  adalah sotfskill antara lain kemampuan komunikasi, kejujuran, kerjasama, motivasi, kemampuan beradaptasi dan kemampuan interpersonal dengan orientasi nilai pada kinerja yang efektif.
Kemampuan softskill diatas, sebetulnya masuk dalam kecerdasan emosional yang menurut definisi adalah Kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain, Kemampuan memotivasi diri, Kemampuan mengendalikan diri/ mengelola emosi pada diri sendiri dalam hubungan dengan orang lain (Daniel Goleman). Ada lima kecedasan emosial yang dibutuhkan didunia kerja sekarang ini, yaitu :
Kesadaran Emosional , yang meliputi kedewasaan emosi dalam  pengambilan keputusan yang win-win solution.
Pengelolaan Emosional (pengedalian diri) yang meliputi kemampuan kepekaan, sabar dan  tabah dalam menjalankan tugas.
Motivasi Diri, yang meliputi  kemampuan berpikir positif, ulet dan pantang menyerah
Empati pada Sesama  ; yang meliputi kemampuan memahami, merasakan, peduli, hangat, akrab dan kekeluargaan
Ketrampilan Sosial , yang meliputi kemampuan bermusyawarah, bekerjasama, kepentingan umum/tim)
Di sisi lain secara teori, di dalam dunia kerja, ada 3 (tiga) unsur utama yang harus dipenuhi agar seseorang dikatakan memiliki kompetensi yang baik meliputi kompetensi knowledge ( pengetahuan ) atau cognitive domain, skill atau psychomotor domain, serta attitude atau affective domain.(Jayagopan Ramasamy, Malaysia 2006). Dalam teori tersebut dikatakan bahwa kompetensi tersebut harus bisa diukur (measurable), dinilai, ditunjukkan (demonstrable) dan diamati (observable) melalui perilaku pada saat melaksanakan tugas. Sasaran akhir dari kompetensi adalah perilaku yang diharapkan (desired behaviour) dan perlu ditunjukkan dalam melaksanakan tugas. kompetensi yang berkaitan langsung dengan bidang kerja.

Kesimpulannya adalah jika ingin menjadi seseorang yang sukses baik dalam pekerjaan maupun dalam pendidikan,kita harus mempunyai kemampuan yang seimbang antara kemampuan edukasi dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain,dengan keseimbangan softskill dan hardskill yang kita miliki itu sudah merupakan salah satu jembatan untuk kita menuju ke dalam kesuksesan yang kita impikan.
sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/materisoftskill/pengertian_softskill_3.pdf
http://bibilabilo.blogspot.com/2012/03/pengertian-tentang-softskill-dan.html

PENALARAN


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
METODE – METODE YANG DI GUNAKAN  DALAM PENALARAN
Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Contoh:
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
∴ Jika dipanaskan, logam memuai.
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Konsep dan simbol dalam penalaran

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan berupa argumen .
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa “kata”, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
  • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
  • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
kesimpulan yang bisa di ambil dari artikel diatas adalah setiap manusia mempunyai sudut pandang yang berbeda – beda,berasal dari penglihatan yang di tangkap oleh indra penglihatan kita dengan meliah satu objek yang sama,akan menimbulkan banyak argumen atau pendapat yang berbeda – beda. Tergantung dari penalaran masing – masing indifidu.
Sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/materi-1-penalaran-bahasa-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Senin, 12 Maret 2012

biodata diri...


Hai semua peihat blog ku,,,, perkenalkan nama saya Tri Yuni .S. Nama panggilan saya  yuni, selain nma yuni teman – teman dekat saya suka memanggil saya dengan panggilan “uni”, uni itu jangan di artikan sebagai panggilan kakak,tapi itu panggilan kesaayangan dari teman dekat saya sewaktu saya duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga  sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP),dan pas saya duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK) saya di panggil dengan teman dekat saya dengan panggilan “UU” saya di panggil denggan sebutan uu, karna pada saat smk  saya suka memanggil nama teman – teman dekat saya dengan nama singkatan,dan ada salah satu teman saya yang tidak terima karena saya suka di panggil dengan nama panggilan saya yang tidak di singkat – singkat,pada saat itu juga saya teman saya dengan sepontan memanggil saya dengan singkatan “UU” itu.Dan al hasil semenjak ada sebutan “UU” itu semua teman – teman saya memanggil saya dengan nama panggilan UU,tapi masih ada ada sebagian juga yang memanggil saya dengan nama panggilan yuni atau uni. Saya merupakan anak ke – 3 dari 4 bersaudara, saya mempunyai 2 orang kakak dan 1 orang adik,saya memiliki 1 orang kakak laki – laki dan 1 orang kakak perempuan dan saya mempunyai 1 orang adik laki – laki.
                Saya dulu pernah bersekolah di TK AL- Hidayah pab. Tumpeng yang terletak berada tidak terlalu jauh dari rumah saya, pada waktu TK saya sering di jadikan pemimpin pada saat upacara kecil sebelum masuk ke kelas, pada saat membaca doa sebelum dan sesudah pelajaran guru yang mengajar di kelas saya juga sering menyuruh saya untuk memimpin pembacaan doa. Dan setelah lulus dari TK lalu saya meneruskan pendidikan saya di  SDN pab.tumpeng 1 letak sekolahannya juga tidak terlalu jauh dari rumah saya, pada saat SD saya memiliki banyak teman  dari berbagai suku , saya mulai belajar di siplin dalam segala hal pada saat SD,karena SD itu termasuk kedalam sekolah yang paling ketat kepengawasannya, dari ujung kepala sampai ujung kaki itu sudah memiliki peraturan yang tidak boleh di langgar oleh siswa siswi yang berada di sekolah tersebut,dan saya merasa bersyukur telah di ajarkan tentang kedisiplinan dari kecil.Setelah 6 tahun sekolah di SDN pab.tumpeng 1 saya melanjutkan pendidikan saya ke SLTPN 12 tangerang, pada saat smp saya mulai mencari jati diri saya yang sudah mulai meranjak remaja, dan memiliki teman – teman yang mempunyai banyak cerita, baik cerita tentang keluarga mereka, pertemanan antar kelompok atau sering kita dengar dengan sebutan “gang” dan masih banyak lagi,setelah 3 tahun saya bersekolah di SLTPN 12 tangerang,saya mulai merasa bingung antara meneruskan sekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),kalau dari orang tua saya menganjurkan saya untuk meneruskan pendidikan di pondok pesantren,karena kedua orang tua saya ingin ada salah satu dari anak – anaknya yang meneruskan pendidikan di pondok pesantren dan bias menjadi ulama atau guru agama, tapi saya tidk punya keinginan untuk meneruskan pendidikan di pesantren, dan saya memutuskan untuk meneruskan pendidikan di Sekolah menengah Kejuruan (SMK) karena dari kakak – kakak saya tidak ada yang meneruskan pendidikannya ke sekolah kejuruan,tadinya saya punya keinginan setelah saya lulus dari SMK saya ingin langsung bekerja dan membiayai pendidikan lanjut ke perguruan tinggi dengan keringat saya sendiri,tetapi orang tua saya tidak tega kalau melihat anaknya bekerja sambil kuliah, al hasil saya di suruh menyelesaikan dulu semua pendidikan saya sampai dengan S1 baru setelah itu semuanya terserah saya ingin meneruskan pendidikan saya atau ingin lamgsung mencari pekerjaan. Di SMK saya menggambil jurusan multimedia karena saya sangat suka dan penasaran tentang multimedia itu sendiri. Dan lulus dari SMK saya melanjutkan pendidikan saya di Universitas Gunadarma hingga sekarang. Dan sekarang saya sudah di semester 6, mengambil jurusan sistem informasi.
                Pada masa Taman kanak – kanak saya sering mengikuti perlombaan dari lomba mewarnai sampai dengan fashion show busana muslim tingkat taman kanak – kanak,lalu pas dekolah dasar saya juga sering mengikuti lomba olahraga  bola voli dan base ball, dan pada saat SMK saya mengikuti ekstra kuli kuler tae kwon do, di ekschool itu saya suka mengikuti tray out pertandingan dan kejuaraan – kejuaraan tae kwon do tingkat daerah,dan Alhamdulillah saya sering mendapatkan piagam penghargaan dan mendali pada saat mengikuti kejuaraantae kwon do,terakhir saya mendapat penghargaan berupa mendali pada saat saya berada di kelas 3 SMK dan itu merupakan pengalaman yang tidak dapat saya lupakan,dan di kejuaraan itu saya mendapatkan lawan yang menurut saya cukup bagus dalam pertandingan. Dan saya kangen pada masa – masa itu.
                Mungkin hanya itu yang dapat saya ceritakan tentang diri saya, jika ada kata – kata atau tulisan yang tidak berkrnan di hati pembaca saya minta maaf karena saya juga masih dalam pembelajaran dalam penulisan.
               

Minggu, 20 November 2011

soal b.indonesia 2

1.soal
A.) Jelaskan perbedaan topic, tema dan judul!
jawaban :
Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen,puisi,novel,karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah atapnya.
Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis.
Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya sangat luas Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, sehingga bisa terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya.
 
B.) Bagaimana cara membatasi topic ?
jawaban:
Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut:
1.Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
2.Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
3.Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
4.Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.
2.soal
A.) Sebutkan dan jelaskan manfaat Outline!
jawaban :
Manfaat Outline
1. Untuk menjamin tulisan terarah,dan konseptual
2. Untuk menyusun krangka karangan secara teratur
3. Membantu penulis melihat gagasan dalam kilas pandang,sehingga tulisan    memiliki hubungan timbal balik yang disajikan dengan baik
4. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda – beda
5. Menghindari penggarapan topik lebih dari dua kali atau lebih
6. Memudahkan penulis mencari materi pembantu
 
B.) Bagaimana langkah-langkah membuat Outline?
jawaban :
1. Menentukan tema dan judul
Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan.
Judul adalah kepala karangan. Misalkan tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
2. Mengumpulkan bahan
Bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan, banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara masing – masing sesuai juga dengan tujuan tulisannya.
3. Menyeleksi bahan
Agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.
 
3.soal
A.) Sebutkan dan Jelaskan Unsur-unsur alinea!
jawaban :
(1)   Ide Pokok
(2) Kalimat topik
(3) Kalimat pengembang
(4) Kalimat penegas
(5) Transisi
B.) Jelaskan ciri-ciri kalimat utama dan kalimat penjelas!
jawaban :
Ciri-ciri kalimat utama:
a.Biasanya diletakkan pada awal paragraph, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian akhir paragraph.
b.Suatu kalimat berisikan kalimat utama ditandai oleh kata-kata kunci seperti:
  • Sebagai kesimpulan….
  • Yang penting….
  • Jadi, …..
  • Dengan demikian…
c. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat penjelas.
2. Kalimat Penjelas adalah kalimat yang berisi gagasan yang mendukung atau menjadi penjelas kalimat utama. Kalimat-kalimat penjelas tersebut dalam setiap paragraph harus membentuk satu kesatuan gagasan.
Ciri-ciri kalimat penjelas:
a. Berisi penjelasan seperti:
  • Contoh-contoh
  • Rincian
  • Keterangan
  • Dll.
b. Kalimat penjelas biasanya memerlukan kalimat penghubung.
c. Selalu menghubungkan kalimat-kalimat dalam paragraph.C.) Sebutkan dan jelaskan macam-macam alinea
Macam-macam alinea itu ada tiga yaitu :

1. Alinea Pembuka
Alinea pembuka merupakan bagian dari sebuah wacana atau karangan yang paling pertama kita temui. oleh karena situ, sebaiknya alinea pembuka itu disusun secara menarik agar memunculkan rasa ingin tahu kepada para pembaca. Dalam alinea pembuka sangat diharapkan dapat membimbing para pembaca untuk memasuki suatu jalan cerita atau isi dari wacana atau dengan kata lain alinea pembuka ini menyiapkan para pembaca untuk memasuki alinea isi. Rumusan alinea pembuka yang baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan karangan menuju tingkat selanjutnya. Dengan pedoman itu maka akan tercapainya suatu kepaduan pada dalam sebuah wacana atau karangan.
2. Alinea Isi
Alinea isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam suatu wacana atau karangan. Maksudnya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran yang masuk akal atau logis.
3. Alinea Penutup
Alinea penutup merupakan alinea-alinea yang mengakhiri atau menutup suatu wacana atau karangan. Alinea ini merupakan kebulatan dari masalah-masalah yang dikemukakan pada bagian wacana atau karanan sebelumnya. Selain itu alinea penutup juga harus mengandung kesimpulan yang benar-benar mengakhiri uraian wacana atau karangan tersebut. Karena bertugas untuk mengakhiri suatu wacana, maka alinea penutup yang baik ialah yang tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek. Akan tetapi, alinea penutup harus menimbulkan kesan tersendiri bagi para pembaca.